5 Fakta Menarik dan Sejarah Ringkas Danau Sunter - cooljeba

Breaking

iblogmarket

IBX5AB36A8884B4C

Minggu, 25 Februari 2018

5 Fakta Menarik dan Sejarah Ringkas Danau Sunter

EMPO/Maria Fransisca
Jakarta - Perhatian khalayak belakangan terpusat ke Danau Sunter, Jakarta. Maklum, hari ini digelar Festival Danau Sunter di Jakarta Utara, yang salah satu mata acaranya adalah duel renang antara Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.  Diluar ingar-bingar perhelatan beserta gimik-nya itu, mari simak 5 fakta tentang danau Sunter ini.
  1. Danau buatan
Danau Sunter adalah danau buatan dan dibangun pada tahun 1970-an. Dabau seluas 33 hektar ini berada di Kelurahan Sunter Agung yang juga dikenal dengan nama Sunter Podomoro. Danau Sunter dibangun untuk pengendali banjir, namun kemudian perlahan juga berfungsi sebagai arena rekreasi.
Pemerintah Kota Jakarta Utara mengukuhkan Danau Sunter sebagai obyek wisata dan menjadi bagian dari Program 12 Jalur Destinasi Wisata Pesisir.
  1. Dua Bagian Danau
Danau Sunter terbagi menjadi dua: Danau Sunter 1 di Barat dan Sunter 2 di Timur. Ini bukan sekedar pembagian secara geogrfis, namun juga dalam hal fungsi. Untuk yang pertama, fungsi utamanya adalah sebagai tempat penampungan air. Saat ini, kondisi danau telah dipasang sheetpile.
Sedangkan Danau Sunter 2 (sebelah Timur) kerap juga kerap disebut dengan Danau Sunter Agung.  Ini kawasan yang menjadi ajang rekreasi warga. Juga menjadi arena untuk peinat olahraga air. Di sini, mulai dari aktivitas memancing hingga berwisata bisa dilakukan.
  1. Tiga Dinas Pengelola Danau Sunter
Ada tiga instansi pemerintah yang bertanggung jawab mengurus Danau Sunter. Mereka adalah Suku Dinas (Sudin) Tata Air, Sudin Olahraga dan Lingkungan Hidup.
  1. Asal-mula Nama Kawasan Sunter
Sunter ialah sebuah kawasan strategis dan cukup elit di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang tidak jauh dari jalan baypass Jl Suprapto.
Nama Sunter terkenal karena sekarang banyak komplek perumahan mewah dan  kantor-kantor yang menjadi tempat perakitaan dan showroom mobil.
Daerah Sunter merupakan salah satu kawasan yang dikembangkan dengan sistem otorita. Juga ditetapkan menjadi pusat pergudangan kota Jakarta karena letaknya dekat dari Pelabuhan Samudra Tanjung Priok.
Mengapa daerah itu namai Sunter? Zaenuddin HM menjelaskan dalam bukunya “212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman, yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.
Dijelaskan, nama Sunter diyakini berasal dari nama sungai Sunter yang alirannya melewati wilayah tersebut.
Namun, kemungkinan juga diambil dari kondisi sungai pada masa lalu yang airnya mengalir sangat deras. Kata deras juga disebut santer atau banter yang berarti cepat.
Kawasan tersebut cukup rendah dan terdapat kali Sunter, sehingga tidak heran jika pada musim hujan sering kebanjiran.
  1. Mitos Seputar Danau
Dulu danau Sunter kerap dijadikan lokasi ritual meminta togel oleh para pendatang. Ritual itu dilakukan di tengah Danau Sunter. Ada sebuah pulau kecil, yang oleh orang setempat disebut "pulo".
Jika berjalan-jalan di sepanjang pinggir Danau Sunter 1 akan terlihat sebuah pulau kecil kurang dari satu hektare di tengah danau. Padahal dari kejauhan pulau tidak berpenghuni itu seperti pulau biasa yang hijau dipenuhi pohon kelapa, mangga, dan pisang.
Jarak antara tepi danau dan pulo sekitar 30 meter. Untuk menuju ke sana dibutuhkan perahu kecil atau getek.
Salah seorang warga setempat, Poniran, 66 tahun, mengaku sering datang ke pulo untuk memancing ikan pada malam hari. Ia tinggal di RT 15 RW 01, Sunter Jaya. Rumahnya memang tepat di belakang Danau Sunter.
Kini sudah jarang pendatang yang mengunjungi Danau Sunter untuk tujuan mistis. “Sekarang sudah enak, lebih terang, banyak orang berkunjung. Kalau dahulu kan gelap, jadi kesannya seram saja,” tutur Zainudin.
Sebagian area danau buatan tersebut kini sudah ditata dan lampu penerangannya ditambah. Para pengunjung juga dimanjakan dengan pedestrian yang dilengkapi dengan jalur sepeda menjelang Festival Danau Sunter pada 25 Februari 2018, yang akan dihadiri Sandiaga Uno dan Susi Pudjiastuti. Meskipun begitu, air di Danau Sunter masih jauh dari kata jernih.

Sumber : tempo.co

Tidak ada komentar:

Posting Komentar